Saturday, February 05, 2011
"Mah, udah sholat ashar belum.?"
Istrinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami;
"sudah yah.."
Istrinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu istrinya memasak kesukaan sang suami:
"Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah."
Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.
Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan.
Istrinya bertanya:
"Ayah, kenapa suka makan kepala ayam
padahal aku sama anak2 paling tidak suka ama kepala ayam."
Suaminya menjawab:
"Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya engkau dan anak-anak mendapatkan bagian yang terenak."
Mendengar jawaban sang suami, Terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya.
Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak.
"Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangnya." ucap sang istri.
(Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.)
Sumber: milist K2M
Cerita ini seakan menceritakan diri saya, yg memang suka kepala ayam.
Thursday, March 10, 2005
Nikmatnya Kesehatan
Tapi, seminggu ini sepertinya saya memang harus beristirahat...
Hampir selama seminggu-an ini saya merasakan kondisi badan kurang bersahabat, kurang enak. Pinggang terasa pegal-pegal dan lemas. Saya sudah berusaha menambah vitamin termasuk minum jamu. Tapi sepertinya terkadang kesadaran saya tentang 'kekuatan' manusia yang ternyata ada batasnya, tidak begitu saya perhatikan.
Maha Besar Allah yang telah menciptakan siang dan malam, sehingga saya saya ingin benar-benar 'beristirahat' di kala malam, tanpa memikirkan seluk beluk keunikan dunia dan memeluk malam dalam zikir. Insya Allah dengan begitu bisa menjadi obat penguat jiwa dan bathinku. Amiin...
Thursday, March 03, 2005
Ikhtiar
Satu hal yang membuatku berfikir, pernyataan seorang yang melihat kejadian itu: "Salah sendiri, kebut-kebutan sih... Nggak pake helem lagi..!"
Ada pelajaran berharga yang dapat saya ambil dari kejadian itu.
Kita tidak pernah mengetahui RAHASIA Allah, tentang apa yang akan terjadi nanti. Oleh karena itu, kita WAJIB melakukan IKHTIAR. Untuk kasus itu, seharusnya memakai helm yang standar dan berkendara dengan kecepatan yang normal.
Ah... malah jadi promosi memakai helm nih... :)
Friday, March 26, 2004
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w bersabda: ....sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Allah melalui nabi Muhammad s.a.w memerintahkan kepada ummat-Nya, yang (merasa dan mengaku) beriman kepada Allah dan Hari Kiamat untuk memuliakan tamu. Beberapa kali Hadist seperti itu disebutkan oleh Nabi Muhammad s.a.w diantaranya menurut riwayat Abu Syuraih al-Khuza'iy r.a.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, tamu adalah orang yang datang (sengaja atau tidak sengaja) untuk menemui penghuni rumah atau salah satu isi penghuni rumah dengan maksud dan tujuan tertentu.
Tamu, (secara pasti) datang dengan maksud dan tujuan tertentu. Dalam konteks inilah kenapa Allah dengan tegas membuat timbangan yang begitu besar (yaitu) memuliakan Tamu nilainya Sejajar dengan Beriman Kepada Allah dan Hari Kemudian (kiamat).
Atau dengan bahasa lain, belumlah disebut beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, selama ia tidak memuliakan tamunya.
Apabila tamu datang, bagaimanapun bentuk dan rupa tamu itu, siapapun dia (selama tidak berniat mencelakakan), kaya, miskin, muslim atau non muslim, maka diperintahkan oleh Allah untuk memuliakannya.
Mengapa?
Dalam sejarah, Nabi Sulaeman AS pernah ditegur oleh Allah SWT, karena pada saat beliau didatangi tamu dari kaum kafir, beliau tidak sepenuh hati memuliakan tamunya itu. Beliau merasa tidak perlu memuliakan dan menghargai tamunya itu seperti beliau memuliakan dan menghargai tamunya dari sesama muslim. Toh dia bukan ummatku yang beriman, begitu fikir beliau. Beliau hanya memberinya minum dan berkata seadanya.
Setelah tamu itu pulang, datanglah malaikat Jibril menyampaikan teguran Allah.
"Wahai Nabiullah, Allah menegurmu mengapa engkau perlakukan tamu seperti itu"
"Bukankah dia (tamu itu) dari golongan kafir?" Nabi Sulaeman menjawab.
"Wahai, nabiullah. Siapakah yang menciptakan Langit dan Bumi ini?" Malaikan Jibril bertanya.
"Allah!" Jawab Nabi Sulaeman yakin.
"Siapakah yang menciptakan malaikat, jin dan manusia?"
"Allah!"
"Siapakah yang menciptakan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan?"
"Allah!"
"Siapakah yang menciptakan orang kafir itu?"
"Allah!"
"Lalu, berhakkah engkau berlaku tidak adil terhadap ciptaan Allah? Sementara Allah adalah zat Yang Maha Adil?"
Nabi Sulaeman AS terdiam dan langsung bersujud.
"Ya, Allah! Ampunilah hambaMu yang sudah berbuat zalim ini"
"Wahai nabiullah, datangilah dan minta maaflah pada orang itu. Ampunan Allah tergantung maafnya" Malaikat Jibril menyampaikan wahyu Allah.
Bergegaslah Nabi Sulaeman mencari tamunya tadi.
Setelah bertanya-tanya dan mencari-cari, ternyata, tamunya tadi sudah jauh berjalan meninggalkan kota.
Nabi Sulaeman AS dengan bergegas mengejar tamunya tadi.
Setelah bertemu, masih dengan nafas yang terengah-engah, beliau berkata:
"Saudara, tunggu...!"
Tamunya tadi menoleh dan heran melihat Nabi Sulaeman.
"Ada apa?"
"Saudara... sudikah engkau memaafkan perlakuan saya, saat saudara menjadi tamu di rumahku?"
Orang itu diam. Dalam hatinya, sebenarnya dia merasa pantas diberlakukan seperti itu, karena dia memang bukan masuk dalam golongan Nabi Sulaeman. Dia tidak masuk ke dalam ajaran Tauhid yang dibawa Nabi Sulaeman. Dia dari golongan lain. Tapi dia bertanya:
"Kenapa, wahai Sulaeman?"
"Allah menegurku, setelah engkau pulang dari kediamanku."
"Allah? Siapakah dia?" orang itu masih bertanya.
"Allah adalah Tuhan, Tuhan Kami dan Tuhan Engkau, Yang menciptakan langit dan bumi, dan semua isinya. Dia yang menciptakan malaikat, jin dan manusia. Dia Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya."
"Lalu, kenapa Dia menegurmu?"
"Allah menegurku, karena aku sudah tidak berlaku adil terhadapmu. aku tidak memuliakanmu. Allah yang Maha Kuasa selalu bersifat adil terhadap semua hamba dan ciptaanNya, mengapa aku berlaku tidak adil terhadapmu?"
"Sebegitukah Tuhanmu wahai Sulaeman, memperlakukan aku, walaupun aku bukan dari golonganmu?" orang itu bertanya meyakinkan.
"Iya...! Maafkan sikapku tadi wahai Saudara, ampunan Allah tergantung maafmu" Nabi Sulaeman meminta.
"Saksikanlah, wahai Sulaeman! Ashaduallah ila ha illallah, Wa anta Rasulullah!" Orang itu memeluk nabi Sulaeman AS. Nabi Sulaeman pun memeluk dengan haru saudara barunya itu...
Senin, 22 Maret 2004. Ya Allah, ampuni dosa hambaMu ini bila telah bertamu tidak pada saat yang tepat. Nenk, maafkan kakak yang datang ke rumahmu pada saat mimi sedang kurang enak hati
Tuesday, March 23, 2004
Berkata aku pada sang bintang
Tentang diriku
Tentang dirimu
Tentang kita
ribuan kata
ribuan kisah
merekatkan jiwa
Tapi...
Tak sedikitpun rasa itu mendapat restu
Ada yang tidak ku mengerti
ada yang tidak ku fahami
perasaan itu
terlalu cepat hadir
diantara kita
dan...
Merekapun tidak akan pernah mengerti
Mengapa
Engkau berjalan dalam ketidakberdayaanmu
Menuruti hatimu yang gundah
dalam ketulusan cinta yang agung
yang coba engkau tambatkan padaku
Aku...
Akan coba mengerti
Akan coba terus untuk mengerti
Diriku, dirimu
Terdapat perbedaan
Yang Menurut Mereka tabu...
Biarlah
Sang bintang mengerti
bahwa cintamu, cintaku
begitu tulus
di atas perbedaan itu.
kisah ilalang bersama seorang dara, akhirnya ku publikasikan juga kisah itu, dia begitu lugu begitu polos. Saat kami sadari aku dan dia sangat berbeda, hanya cinta yang membuat kami bisa jalan bersama, di antara cemooh orang tua mereka, di antara lirikan sinis keluarga mereka kami bertahan, di antara kemelut hati kami yang selalu kami akui sering resah bila jalan bersama. Kenangan itu, indah kurasa. Ketulusan cintanya membuat kisah cinta itu lama bertahan, dan terus akan menjadi kenangan...
Wednesday, January 07, 2004
Sempat saya mencari teman untuk pencerahan. Alhamdulillah, waktu saya mencari teman untuk chatting, ada teman yang bernama Ahmad Ridho Illah linux_its@plasa.com.
yang mengirim e-mail advice tentang kegalauan hatiku (terima kasih sobat):
Assalamu'alaikum.
terima kasih atas pertanyaan yang di lemparkan pada ana. namun bukan berarti jawaban yang saya berikan menandakan saya lebih taqwa dari antum. tidak, ini hanya semata-mata kewajiban kita bersama untuk saling mengingatkan antara satu muslim dengan muslim yang lain sebagai mana sabda nabi "sesungguhnya sesama muslim adalah satu tubuh bila salah satu ada yang sakit maka yang lainnya akan marasakan" juga didalam surat al-hasr 1-3 kita diperintahkan untuk saling menasehati.
terkait dengan masalah antum bahwasanya setiap orang pasti akan merasakan sebagaimana antum rasakan saat ini. bahkan disalah satu hadist dikatakan bahwasanya keimanan sesorang akan naik turun (yazid wa yankus). namun adanya hadist ini tidak menandakan kita senang ketika iman kita turun karena di hadist yang lain dikatakan "..........bila hari ini sama dengan kemarin maka kita dikatakan merugi apalagi
hari ini lebih jelek dibangding hari kemarin maka kita dikatakan celaka"
prolog diatas barangkali bisa menggugah niat antum untuk kembali melakukan aktivitas yang lebih dibanding selama ini yang antum lakukan. lantas apa yang harus kita lakukan
ketika niatan itu sudah ada agar keimanan kita bisa terangkat. mungkin aku hanya bisa bertanya dan mereview aktivitas yang pernah antum kerjakan selama ini.
1. apakan antum rutin untuk menyempatkan membaca al-quran minimal 2 kali sehari selama 20 menit setaip sekali ngaji
2. pernahkah antum menyempatkan untuk menghadiri majelis islam baik itu seminar, bedah buku, atau pengajian di mosholla dan dimasjid terdekat.
3. lingkungan tempat antum bagaimana apakah kondusif atau tidak. bila tidak maka antum segera keluar agar tidak sampai terlanjur parah.
4. Pernahkan antum melanggar bahkan membentak atau memukul orang tua antum hingga mereka tidak meridhoi antum. maka segeralah untuk meminta maaf karena ridhonya orang tua merupakan ridhonya ALLAh.
5. antum banyak membaca buku, majalah, buletin yang bernuansa islam.
6. ingat bahwa sahabat nabi dan nabi itu sendiri memberikan contoh bahwasanya untuk membangkitkan semangat keimanan kita bukan dengan cara duduk berlama-lama dimasjid, berpuasa setiap hari, dzikir sampai pagi dan hanya berbau ritual belaka. tidak, tapi seluruh aktivitas harus dijalani dengan ketundukan terhadap hukum-hukum islam baik itu pada diri kita, masyarakat maupun negara. antum bisa baca buku taqurrub ilallah karangan sanusi sanqost dan KH. Muhammad Khatthat.
7. TIPS yang terakhir ini merupakan tips yang paling ampuh karena dilakukan oleh nabi ketika di awal-awal menyebarkan dakwah di mekah. yaitu membina umat secara rutin bahkan setiap hari tergantung orang yang mau dibina sebagaimana
terjadi dirumah arqom (sahabat nabi), tapi paling tidak satu minggu satu kali
Kebaikan yang antum lakukan hanya semata-mata milik antum belaka bukan milik orang lain begitu halnya keburukan yang antum kerjakan hanya semata-mata milik antum juga.
kematian tidak akan lari dari kita kemanapun kita pergi maka bersegeralah untuk malakukan hal yang terbaik bagi keselamatan kita, dunia hanya batu loncatan dan akhiratlah kehidupan yang abadi bagi kita. antum tahu, hanya orang muslim yang memiliki 'kunci' nasehat itu , amat sangat merugi bila kita sudah punya kunci namun kita belum mampu
mambukanya. wallahualam bis shawab
Wassalam.
Terima kasih sobat, sungguh ini merupakan pencerahan yang sangat berarti. Diantara sekian banyak nasehat itu, ASTAGHFIRULLAH !, Ternyata memang banyak hal yang telah saya tinggalkan. Mohon do'a darimu juga sobat, agar hati saya dibukakan. Amin...
Tuesday, January 06, 2004
Kemaren, aku merasakan ada kehampaan dalam jiwa dan hatiku. hati ini terasa sangat hampa. aku juga tidak mengerti kenapa sukmaku kini selalu diliputi kemalasan untuk mencintai Ilahi dengan sepenuh hati, dengan seluruh jiwa. Sholatku sekarang tidak pernah khusuk, subuh kadang, bahkan terlalu sering terabaikan.
Ya Allah, Engkau yang maha mengetahui segala sesuatu, terangilah jiwa ini, bukakanlah fikiranku agar selalu digerakkan untuk mencapai ketenangan hati selalu bersamaMu.
Ya Allah, ya Rabbi, perkenankanlah do'aku ini. Amin....

