Sempat saya mencari teman untuk pencerahan. Alhamdulillah, waktu saya mencari teman untuk chatting, ada teman yang bernama Ahmad Ridho Illah linux_its@plasa.com.
yang mengirim e-mail advice tentang kegalauan hatiku (terima kasih sobat):
Assalamu'alaikum.
terima kasih atas pertanyaan yang di lemparkan pada ana. namun bukan berarti jawaban yang saya berikan menandakan saya lebih taqwa dari antum. tidak, ini hanya semata-mata kewajiban kita bersama untuk saling mengingatkan antara satu muslim dengan muslim yang lain sebagai mana sabda nabi "sesungguhnya sesama muslim adalah satu tubuh bila salah satu ada yang sakit maka yang lainnya akan marasakan" juga didalam surat al-hasr 1-3 kita diperintahkan untuk saling menasehati.
terkait dengan masalah antum bahwasanya setiap orang pasti akan merasakan sebagaimana antum rasakan saat ini. bahkan disalah satu hadist dikatakan bahwasanya keimanan sesorang akan naik turun (yazid wa yankus). namun adanya hadist ini tidak menandakan kita senang ketika iman kita turun karena di hadist yang lain dikatakan "..........bila hari ini sama dengan kemarin maka kita dikatakan merugi apalagi
hari ini lebih jelek dibangding hari kemarin maka kita dikatakan celaka"
prolog diatas barangkali bisa menggugah niat antum untuk kembali melakukan aktivitas yang lebih dibanding selama ini yang antum lakukan. lantas apa yang harus kita lakukan
ketika niatan itu sudah ada agar keimanan kita bisa terangkat. mungkin aku hanya bisa bertanya dan mereview aktivitas yang pernah antum kerjakan selama ini.
1. apakan antum rutin untuk menyempatkan membaca al-quran minimal 2 kali sehari selama 20 menit setaip sekali ngaji
2. pernahkah antum menyempatkan untuk menghadiri majelis islam baik itu seminar, bedah buku, atau pengajian di mosholla dan dimasjid terdekat.
3. lingkungan tempat antum bagaimana apakah kondusif atau tidak. bila tidak maka antum segera keluar agar tidak sampai terlanjur parah.
4. Pernahkan antum melanggar bahkan membentak atau memukul orang tua antum hingga mereka tidak meridhoi antum. maka segeralah untuk meminta maaf karena ridhonya orang tua merupakan ridhonya ALLAh.
5. antum banyak membaca buku, majalah, buletin yang bernuansa islam.
6. ingat bahwa sahabat nabi dan nabi itu sendiri memberikan contoh bahwasanya untuk membangkitkan semangat keimanan kita bukan dengan cara duduk berlama-lama dimasjid, berpuasa setiap hari, dzikir sampai pagi dan hanya berbau ritual belaka. tidak, tapi seluruh aktivitas harus dijalani dengan ketundukan terhadap hukum-hukum islam baik itu pada diri kita, masyarakat maupun negara. antum bisa baca buku taqurrub ilallah karangan sanusi sanqost dan KH. Muhammad Khatthat.
7. TIPS yang terakhir ini merupakan tips yang paling ampuh karena dilakukan oleh nabi ketika di awal-awal menyebarkan dakwah di mekah. yaitu membina umat secara rutin bahkan setiap hari tergantung orang yang mau dibina sebagaimana
terjadi dirumah arqom (sahabat nabi), tapi paling tidak satu minggu satu kali
Kebaikan yang antum lakukan hanya semata-mata milik antum belaka bukan milik orang lain begitu halnya keburukan yang antum kerjakan hanya semata-mata milik antum juga.
kematian tidak akan lari dari kita kemanapun kita pergi maka bersegeralah untuk malakukan hal yang terbaik bagi keselamatan kita, dunia hanya batu loncatan dan akhiratlah kehidupan yang abadi bagi kita. antum tahu, hanya orang muslim yang memiliki 'kunci' nasehat itu , amat sangat merugi bila kita sudah punya kunci namun kita belum mampu
mambukanya. wallahualam bis shawab
Wassalam.
Terima kasih sobat, sungguh ini merupakan pencerahan yang sangat berarti. Diantara sekian banyak nasehat itu, ASTAGHFIRULLAH !, Ternyata memang banyak hal yang telah saya tinggalkan. Mohon do'a darimu juga sobat, agar hati saya dibukakan. Amin...


0 Comments:
Post a Comment
<< Home